Tentang FLOCK

IMG_3997

Setelah sekian lama berkeinginan memiliki karya bersama, akhirnya mimpi itu terwujud. Inilah INTERTWINE, karya pertama kami sebagai FLOCK. Kami adalah : Fei, Lia Indra, Orizuka, saya dan KP Januwarsi (alias Tari).

Fakta dibalik FLOCK dan INTERTWINE;

1. Pertemuan dengan FLOCK pertama kali terjadi melalui dunia maya, dan terus berlanjut melalui social media.

2. Seluruh proses penulisan dan poles akhir naskah INTERTWINE, hampir 98% kami lakukan melalui messanger.

3. Kami terdiri dari 5 cewek dengan karakter yang ber-bhineka tunggal ika.

4. Tapi, kami punya hobi dan kesukaan yang hampir sama.

5. Beberapa deadline yang ditentukan oleh Penerbit Haru untuk INTERTWINE ini, tidak sesuai alias molor. Alasannya, beragam. Tapi, kembali ke keinginan awal, kami pun tetap merampungkannya sampai akhir.

6. Nggak jarang kami itu menggunakan alasan “meeting” yang kenyataannya berakhir (kebanyakan) dengan ngolor-ngidul. Sehingga beberapa kali pembicaraan seakan sulit bertemu ujung.

7. Alasan untuk no. 6 (mungkin). Ke-empat cewek FLOCK adalah A type dan hanya seorang yang O type. Siapa hayo?😀

8. Oh, ya. Kami bahkan punya “manager”! Hahaha.

9. Meski kami selalu terpisah jarak, minim pertemuan dengan member komplit, tapi sejauh ini selalu terhubung satu sama lain. Terima kasih untuk Whatsapp dan kawan-kawannya.

Memiliki sahabat berkutat di bidang yang sama, benar-benar sesuatu yang harus saya syukuri dalam hidup. Bagaimana pun, berkarya dengan penulis lain merupakan kesempatan emas, tapi berkarya dengan sahabat sendiri adalah kenangan berharga.

salam,

clara canceriana

flock

Kisah di balik Intertwine : Takdir yang Berjalin

Tidak pernah saya duga kalau di tahun 2015 ini dua novel berkolaborasi akhirnya rilis.

Setelah seri dari Bentang Belia, kali ini sebagai novel ke sebelas yang lahir dari Penerbit Haru, hadir Intertwine : Takdir yang Berjalin. Novel ini terasa lebih spesial karena saya berkolaborasi dengan sesama penulis yang adalah sahabat sendiri. Ada Fei, Lia Indra Andriana, Orizuka dan KP Januwarsi. Dan, kami menamani diri sebagai FLOCK😀

Jika menyeret lagi ingatan ke belakang, Intertwine ini bermula dari keinginan kami berlima untuk membuat proyek di mana kami bisa berkarya bersama. Kalau tidak salah ingat kala itu adalah tahun 2014 di mana saya, Fei, Lia dan Orizuka berkesempatan untuk melakukan tur di pulau jawa. Kami juga berkesempatan bertemu KP Januwarsi dan topik mengenai proyek bersama ini sempat muncul ke dalam diskusi. Namun, jika ditarik lebih jauh, rasanya ini bermula dari lembaran naskah skrip yang tak lolos sebagai film televisi. Lalu sejak itu kami berikrar akan membuat satu karya bersama.

Bermodalkan impian dan kesepakatan, kami pun mulai membicarakannya lebih serius. Diskusi yang biasanya selalu berakhir tanpa ujung itu, (akhirnya) membuahkan hasil. Kami bermuara pada satu kesepakatan untuk membuat novela dengan satu tema mengenai wedding dress. Bukannnn, ini bukan karena salah satu dari kami punya rencana menikah, tapi mengingat pernikahan adalah tema yang dekat dengan perempuan. Keputusan yang sudah bulat itu kami asah melalui percakapan via Whatsapp, mengingat KP Januwarsi berada di luar Jakarta dan letak rumah yang berjauhan meski satu kota. Selain membahas tema, kami juga berdikusi mengenai konsep. Dalam satu buku Intertwine terdapat lima genre, yang dibagi sesuai dengan karakter tulisan masing-masing yang kami geluti. Fei dengan genre action fiction. Lia Indra Andriana mendapat genre fantasy romance. Orizuka dengan romance comedy-nya. Saya mellow drama. Dan, KP Januwarsi menggeluti horror romance.

Itulah yang saya yakin menjadi pembeda buku kolaborasi ini dengan buku sejenis. ^^d

Pembahasan mengenai benang merah tak memakan waktu yang cukup lama. Yang menyita waktu adalah proses penulisan dan revisi. Dan, bagi saya yang cukup sulit adalah pengumpulan data saat riset. Tapi, semuanya tetap bisa saya nikmati meski kadang ada perasaan yang agak berat saat menulis kisah hidup Ralyn dan Joshua ini. Bisa dibilang sudah cukup lama untuk menulis mengenai kisah sejenis. Yang saya ingat adalah tahun 2007, di saat Autumn Christmas diterbitkan.

Tapi, ketika akhirnya naskah-naskah untuk Intertwine ini selesai, kami merasa lega dan tak sabar untuk melihatnya berjajar di toko buku.

Intertwine ini proyek yang benar-benar spesial. Salah satu yang menjadikannya juga spesial adalah momen kebersamaan kami yang benar-benar jarang bisa terjadi. Mengingat sekarang kami benar-benar terpisah satu sama lain, maka ketika ada kesempatan untuk bisa bertemu, kami pun memutuskan untuk berkumpul dan memberikan tanda tangan bagi pembelian pre-order Intertwine. Syukurlah semua waktu bisa diatur agar sesuai rencana.

Jadi, mari saya perkenalkan sedikit mengenai Intertwine secara lebih dalam.

Fei menuliskan perjuangan yang mempertaruhkan nyawa Naomi dan Theo dalam Premonition.

Lia Indra Andriana sendiri mengukir cerita seorang Putri Emma bersama Putra dalam Princess Emma.

Orizuka sendiri menyuguhkan kisah ringan seorang penterjemah, Jihan yang bertemu gamer, Arkan dengan judul The Right One.

Clara Canceriana menyajikan kisah Ralyn dan Joshua yang terjadi dalam sebuah rumah sakit dalam judul Perfection.

KP Januwarsi memberikan cerita yang membuat bulu kuduk meremang mengenai sosok Katarina dengan judul Looking Through Rose-Tinted Memory.

Dan, inilah kami, FLOCK.

IMG_3778

flock

Salam,

Clara Canceriana.

Seri #CrazyLove Bentang Belia : PHP

Taraaaa… novel ke sepuluh saya akhirnya beredar di tahun 2015 ini!

Novel yang berkolaborasi dengan penulis Bentang Belia ini merupakan salah satu seri dari #CrazyLove Bentang Belia. Kali ini bertemakan PHP alias Pemberi Harapan Palsu.

Hmm, throwback memory sedikit dan saya ingin berbagi cerita mengenai kisah PHP milik saya yang berjudul : ‘Kenangan’.

Awalnya saya sudah menulis untuk seri yang sama berjudul Eyes on You (Move On). Tak lama setelah Move On beredar, diikuti seri lainnya, editor saya yang turut menulis juga dalam edisi PHP ini, menghubungi saya. Tawaran pun datang. Saya dipersilakan memilih antara PHP atau Stalking. Seperti biasa saya butuh meditasi. Tapi, kemudian keputusan pun jatuh pada PHP. Bukan, bukan masalah ada pengalaman atau tidak. Kedekatan rasa dengan PHP inilah yang membuat saya memutuskan untuk mengambil tema ini. Ide cerita sih baru muncul seiring berjalannya waktu saja.

Dalam cerita ‘Kenangan’ ini saya mengambil penceritaan dari seorang penyiar radio. Ide itu muncul saja tiba-tiba. Memang dulu sekali, saya sering mendengar radio. Kala itu pernah satu pertanyaan muncul ‘gimana seandainya kalau si penyiar itu lagi dalam kondisi patah hati, tapi masih harus menghibur pendengarnya?’. Dan, mungkin karena sempat mengagumi satu penyiar itu, maka karakter utama dalam cerita kali ini jatuh pada sosok laki-laki. Yang sejujurnya baru saya sadari setelah blurb-nya selesai, bahwa ternyata Mario Lorenzo ini adalah satu-satunya cowok dalam deretan tokoh utama di seri PHP.

Sejak awal saya memang berniat membuat karakter cowok yang punya fisik oke, tapi bukan idola di sekolah. Sementara untuk karakter Laras, saya memang berniat membuat karakter yang mendekati sempurna. Namun, dalam beberapa diskusi dengan editor, ada sedikit beberapa perubahan. Terutama sih untuk tokoh Laras yang semula adalah anggota cheerleader, menjadi tim tennis. Sementara tokoh Ren hanya sedikit mengalami penurunan kadar ketampanan dan popularitas. Jika ditanya, siapa yang menjadi imaginary character untuk tokoh Ren, maka jawaban saya adalah…. nggak ada.😀

Masuk mengenai profesi dalam cerita ini. Meski saya pernah menjadi pendengar setia radio, informasi mengenai profesi ini masih terasa nihil. Jadi untuk mengisi informasi itu, saya tetap melakukan riset kecil-kecilan melalui internet.

Oh ya, untuk penulisan ‘Kenangan’ ini saya hanya butuh satu backsound yang wajib diputar di playlist. Sebenarnya musik ini adalah soundtrack dari salah satu drama Jepang berjudul ‘Boku no Itta Jikan’. Tapi, pertama kali mendengar keseluruhan musiknya, saya merasa bisa iramanya sejalan dengan kisah Ren dan Laras. Karena itu lagu ini hampir tidak pernah absen saat saya menggarap kisah mereka.

Mungkin ada yang penasaran dan ingin tahu musiknya, bisa klik https://www.youtube.com/watch?v=C8yG9D8lz6g

Itu saja untuk perkenalan Ren-Laras dalam Kenangan.

Salam,

Clara Canceriana.

Heart Attack Day

Halo semuanya.

Berhubungan dengan buku terbaru saya berjudul Heart Attack sudah bisa didapatkan di toko buku, saya mau cerita soal proses penulisannya—seperti yang sudah-sudah. Sedikit pengenalan, novel kali ini akan menjadi sebuah proyek ber-seri dan menceritakan tentang kehidupan sekelompok idola cowok alias boy band bernama HEARTBREAKERS. Anggotanya ada Sandro, Leon dan Axel. Nah, Heart Attack sebagai seri pertama dari HEARTBREAKERS ini akan fokus pada tokoh bernama Neil Axel dan kehidupannya sebagai member baru.

Jadi, Sweethearts*, semua itu bermula dari sini.

*) panggilan untuk fans HEARTBREAKERS.

Awalnya adalah pihak Gagas Media, Michan yang memiliki proyek Heartbreakers ini. Saya pribadi yang sebenarnya nggak asing dengan dunia per-boyband-an, langsung antusias ikut dengan proyek ini. Biar begitu, sempat sih terbersit rasa nggak percaya diri. Untungnya, pihak Gagas Media, yang waktu itu diwakilkan Michan dan Kak Ino mengajak penulisnya untuk briefing mengenai rencana proyek ini ke depannya. Deadline pun ditentukan. Kurang lebih tiga bulan untuk draft pertama. Lagi-lagi, sempat deg-degan. Khawatir kalau saya nggak bisa selesai dalam waktu yang ditentukan.

Kenapa sih banyak khawatirnya? Selain deadline yang cukup pendek, saya juga sempat ragu apa bisa kenal dan akrab cepat sama karakter yang akan saya tulis. Soalnya waktu itu hanya ada waktu satu minggu untuk mengumpulkan plot. Tapi, untungnya pihak Gagas Media nggak membiarkan penulisnya begitu saja. Melalui briefing, saya mendapat penjelasan untuk mengenal lebih jauh dan mengembangkan si jabang Axel ini (bisa cek di sini http://www.modernmalelifestyle.com/Article/Alpha-Male-vs-Beta-Male-Traits-Know-Difference-2). Setelah berusaha mendalami si karakter, syukurlah, plot-nya pun bisa jalan, meski ada beberapa revisi juga.

Setelah plot selesai, penulisan draft pun dimulai. Sepertinya bisa dikatakan kalau saya sangat menikmati menulis tentang kehidupan Axel ini. Meski ada juga kegiatan sampingan, tapi saya tetap berusaha meluangkan waktu untuk menyambung kegiatan Axel. Sampai tahu-tahu sudah memasuki babak akhir. Draft pertama selesai (ini kebiasaan, saya selalu lupa berapa lama tepatnya sebuah naskah saya bisa selesai). Begitu saya coba cek word count, saya kaget. Delapan puluh ribu lebih kata! Saya nulis apa coba? >_<) Makanya, Michan pun bilang kalau naskah saya harus dipangkas karena terlalu gondrong. Lalu revisi pun datang. Paragraf demi paragraf saya hapus, kalimat panjang pun saya tulis ulang agar menjadi pendek, hingga naskah ini akhirnya tampil cepak dengan tiga puluh tiga ribu sekian kata (yey). Namun, jika membaca Heart Attack ini, mungkin pembaca akan sedikit bertanya-tanya dengan gaya tulis saya di sini. Tidak seperti novel saya yang lain, gaya tulis saya di sini memang dibuat lebih simpel dan pendek. Hal ini dikarenakan seri HEARTBREAKERS ingin dibuat menjadi novel ringan yang mudah dibaca.

Yang seru lagi dari proses penulisan Axel dan HEARTBREAKERS ini adalah masa-masa fangirling. Kalau bertemu Michan dan bicara soal Heartbreakers, rasa-rasanya kita memang sedang membicarakan sosok nyata. Begitu juga kalau sudah berdiskusi dengan penulis lain yang juga tergabung dalam seri ini. Kita jadi seperti ibu-ibu yang lagi ngomongin anaknya.

Sebenarnya, menantikan Heartbreakers itu rilis, benar-benar menjadi masa menegangkan buat saya. Prosesnya memang cukup panjang. Mulai dari mencari cover yang sesuai dengan konsep HEARTBREAKERS sampai ke pengerjaan soundtrack. Makanya, waktu pertama kali mendengar preview ‘Mau Kamu Yang Itu’ tuh rasanya bahagia sekaligus deg-degan. Belum lagi waktu dikabari kalau akan dibuat video dan Michan dengan semangat langsung bilang kalau Mas Satria ini cocok buat jadi Axel. Sayang banget waktu proses syuting itu saya lagi di luar kota dan nggak bisa ikut. >_<)

Akhirnya Heart Attack pun siap. Makasih buat Kak Ino dan Michan untuk bantuannya. Makasih Om Em YANG sudah mengkoordinasi semuanya. Makasih juga buat tim promo Gagas Media (Putu, Ugi dan Aveline) yang sudah bekerja keras. Dan, buat semua pihak yang sudah terlibat di dalamnya (maaf, saya nggak sebut satu per satu di sini).

Nah, kira-kira begitulah sekilas di balik penulisan dan proses HEARTBREAKERS, Heart Attack ini. Semoga pembaca bisa menikmati perjalanan Axel sebagai member pengganti di HEARTBREAKERS, sambil mendengarkan lagu ‘Mau Kamu Yang Itu’ yang full track-nya bisa didengar melalui kode di dalam buku Heart Attack.

Terakhir, bagi yang masih ingin mendapatkan buku Heart Attack, bisa ikut kuisnya, kok. Ada 2 buku yang akan saya bagikan untuk 2 orang yang beruntung dalam kuis kali ini.

Caranya gampang : Biar fans HEARTBREAKERS nambah, share dong apa yang bakal kamu lakuin untuk ‘ngeracunin’ temen kamu dengan hal berbau HEARTBREAKERS. Mention satu temen kamu juga, lalu mention saya dan gunakan #HeartAttackDay untuk setiap tweet kamu. Maksimal tiga (3) tweet untuk setiap orang (temen yang di-mention nggak harus sama per tweet). Dua orang yang paling kreatif dalam memperkenalkan HEARTBREAKERS ke temannya akan mendapat buku Heart Attack. Kuis akan saya tutup pada pukul delapan malam dan langsung diumumkan saat itu juga.

Jadi, saya tunggu tweet seru kalian, ya.

heart attack

Terima kasih sudah membaca postingan ini dan meramaikan Heart Attack Day.

Salam,

Clara Canceriana

Move On

Move On adalah salah satu tema dari seri Crazy Love yang menjadi proyek menjelang akhir tahun 2013 dari Bentang Belia. Ini bukan novel, tapi kumpulan novela yang ditulis oleh enam penulis Bentang Belia, antara lain Ardelia Karisa, Donna Widjajanto, Aiu Ahra, Aida M.A, Dy Lunaly dan saya sendiri. Ada enam cerita yang disuguhkan di sini dan semuanya membicarakan soal move on. Enam cerita ini ditulis dengan gaya yang berbeda oleh masing-masing penulis. Jadi, istilahnya, kalau teman-teman pengin lihat tulisan mereka, bisa dilihat jadi satu di sini.

KOVER Move On small

Move On sendiri sudah banyak di toko buku online, meski pada akhir tahun seharusnya sudah masuk toko buku mal (yang sudah melihat dan ngecek, boleh loh komentar di bawah ^ ^v).

Move On memang bukan proyek terakhir saya di akhir tahun, tapi karena rilis lebih dulu, bisa dikatakan saya menutup tahun 2013 dengan Move On xD Nah, karena itu yang sudah baca Move On, ditunggu komentarnya. Yang belum, segera beli, ya. Yang beneran bisa move on sehabis membaca buku ini, juga boleh berkirim cerita. Dan, tentunya yang mau mengkripik pedas, boleh juga langsung diajukan.

Semuanya saya tunggu di email saya, ya, kaniza_16@yahoo.co.id atau mention @kura_jjang

Bersamaan dengan postingan ini, saya juga mau mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2014.

Sampai bertemu di tahun 2014 yang harus lebih baik lagi, Teman ^ ^v

Mata yoroshiku ne~

GIVEAWAY : YOU ARE MY SUNSHINE

Yak, saatnya untuk giveaway buku terbaru saya You Are My Sunshine terbitan Gagasmedia. Buku ini menceritakan tentang seorang turis kere yang datang dari Jepang dan jatuh cinta pada dosen matre yang tinggal di Jakarta. Nah, saya akan memberikan dua (2) buah buku YAMS bertanda tangan kepada dua (2) orang yang beruntung kali ini.

Caranya :

1. Pastikan kamu punya blog.

2. Buat tulisan mengenai : seandainya harus jadi tour guide amatiran dan membawa turis keliling kota tempatmu tinggal, kamu mau bawa dia kemana? Apa alasannya?

3. Tuliskan pengalaman atau khayalan atau harapanmu itu ke dalam maksimal 400 kata dan posting di blog kamu. Jangan lupa cantumkan juga kaver YAMS (bisa ambil di sini) dan penjelasan mengenai keikutsertaan kalian dalam GIVEAWAY : YOU ARE MY SUNSHINE by Clara Canceriana, di awal postingan atau di akhir postingan.

Misalnya :

final chance to meet you_coverluar cut ver

Tulisan ini diikutsertakan dalam GIVEAWAY : YOU ARE MY SUNSHINE by Clara Canceriana.

4. Lalu tolong share link postingan tersebut ke twitter dengan mention @kura_jjang dan tagar #giveawayYAMS.

Misalnya : aku udah ikutan GIVEAWAY : YOU ARE MY SUNSHINE by @kura_jjang di sini (kasih link postingan blogmu) #giveawayYAMS.

Tolong jangan pakai twitlonger, ya.

5. Karena nanti akan saya favorite, kalau ada yang belum terima favorite saya, tolong beritahu saya.

6. Giveaway akan berlangsung dari hari ini, tanggal 12 Agustus – 19 Agustus 2013 pukul 24.00. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada tanggal 23 Agustus 2013 (waktu akan dikabarkan menyusul).

Nah, sekarang saya tunggu ya partisipasi teman-teman. Selamat menulis, ciao! xD

You Are My Sunshine

Buku baru saya yang ke tujuh. Mari mulai dengan blurb-nya dulu, ya. 

Dengarkan ini baik-baik, karena aku tak yakin bisa mengatakannya lagi tanpa merasa malu. Dibandingkan yang lainnya, kesan pertamamu terlalu biasa. Aku meremehkanmu saat pertama kali berjumpa di bawah naungan payung langit. Tak ada yang istimewa. 

Tapi, belakangan… aku menyadari nilaimu ternyata lebih daripada itu. Berpisah denganmu setelah terlalu terbiasa denganmu adalah sebuah siksaan. Sekelebat memori mengenai dirimu saja sudah terlalu menyakitiku. Ternyata, tanpamu aku tak bisa melihat warna. Tanpa dirimu, hatiku menggigil tanpa hangatnya cinta.

Jadi, sekarang giliranmu untuk menjawab : seperti apakah artiku untukmu?

 

Image

 

 

Dan, perkenalkan 3 karakter utama yang akan ada di dalam novel ini :

Si Jepang Pirang alias Kinpatsu : Kanazawa Ryouta.

Si dosen honorer yang pas-pasan : Kristal Katarina.

Dan, Si bos half Jepang : Bruno Domingo. 

 

Meski menurut saya akan banyak bertebaran unsur jejepangan, saya harap kisah Ryouta, Kristal dan Bruno tetap bisa dinikmati oleh semua pihak. Baik yang menyukai jejepangan, juga yang tidak. Karena buku ini seperti memiliki kedekatan emosional tersendiri dengan saya. Kenapa? Nanti saya akan cerita-cerita di postingan selanjutnya. 

Jadi, buat para pembaca, selamat membaca. Selamat mencari tahu apa yang terjadi di antara tiga manusia ini. Hihihi. 

Ciao~! Oyasumi ^ ^